(Inspiratif.my.id) Bandar Lampung — HIMATRA Lampung melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung yang dinilai gagal menghadirkan pengelolaan sampah yang efektif di tengah berbagai persoalan kebersihan kota yang terus berulang.
Menurut HIMATRA Lampung, kondisi penanganan sampah yang masih semrawut di sejumlah titik menunjukkan lemahnya perencanaan, pengawasan, serta tanggung jawab institusi terhadap pelayanan publik yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Tidak hanya persoalan teknis di lapangan, HIMATRA Lampung juga menerima berbagai laporan masyarakat terkait dugaan pungutan liar yang berkedok pajak maupun retribusi sampah. Praktik tersebut dinilai berpotensi menjadi beban tambahan bagi masyarakat sekaligus menimbulkan pertanyaan serius mengenai transparansi pengelolaan anggaran kebersihan.
HIMATRA Lampung turut menyoroti dugaan mark-up dalam pengadaan kendaraan angkutan kebersihan di lingkungan DLH Kota Bandar Lampung. Indikasi tersebut diperkuat dengan masih beroperasinya sejumlah armada pengangkut sampah yang dinilai tidak layak jalan, namun tetap digunakan dalam aktivitas operasional harian.
“Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran pengadaan dengan kualitas fasilitas yang diterima masyarakat,” ujar perwakilan HIMATRA Lampung.
Selain itu, HIMATRA Lampung juga mengkritik sikap Plt Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budi Ardiyanto.ST. yang dinilai tidak kooperatif. Beberapa upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp disebut tidak mendapatkan respons, sehingga menimbulkan kesan tertutup terhadap kritik publik.
Atas berbagai temuan dan laporan tersebut, HIMATRA Lampung mendesak Wali Kota Bandar Lampung serta Aparat Penegak Hukum untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran dan kinerja DLH Kota Bandar Lampung.
HIMATRA Lampung menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan, melainkan cerminan tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik yang wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
HIMATRA Lampung menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat langkah konkret dan transparan dari pihak berwenang.(Rls/San)
